Atasi Migrain Dengan Terapi NTS

Nama: 
Dina
Asal / Kota: 
BSD Tangerang

“Sudah lelah dan jenuh saya mengalami sakit kepala ini, bertahun-tahun sakit dikepala tiada kunjung reda, bahkan saya merasakan semakin parah, tiada hari dan jam tanpa sakit kepala” tutur Dina, ibu beranak empat ini. “Berobat kedokter sudah tidak terhitung berapakali, dokter mengatakan saya menderita migrain, obat-obatan yang diminumpun sudah banyak dan bermacam-macam, atas anjuran dokter, CT Scan sudah saya lakukan karena dokter kuatir bila di kepala /otak saya terdapat jaringan lain atau tumor. Namun tidak diketemukan sesuatu yang mencurigakan, hasil CT Scan saya normal. Diluar pengobatan medis saya mengunjungi pengobat alternatif, entah itu atas saran teman atau saudara ataupun iklan di surat kabar , tapi hasilnya tetap saja kepala saya sakit” ungkap Dina dengan wajah lesu.

“Suatu hari saya, suami dan anak sedang mengunjungi sebuah pameran , tanpa sengaja suami saya bertemu dengan Suhu Haryanto, (yang saya ketahui kemudian ketika mereka bertukar kartu nama). Pada kesempatan tersebut suami saya merasa ada suatu harapan bahwa Suhu Haryanto dapat menolong untuk mengatasi masalah sakit saya , kemudian ia menceritakan keadaan sakit kepala saya. Atas ijin saya Suhu Haryanto menelusuri energi tubuh saya, beliau mendeteksi bahwa gangguan yang terjadi tidak hanya di kepala melainkan juga terdapat di leher, pinggang, lambung , dada dan perut bawah saya. Ya memang benar , selain sakit kepala, leher dan bahu saya terasa sangat pegal dan ngilu, napas saya sesak, ada batu ginjal , lambung terganggu dan ada kista dirahim saya. Bukan main !, tanpa menyentuh Suhu Haryanto dapat mengetahui semua gangguan-gangguan yang ada di tubuh saya, hingga bertambah yakinlah kami bahwa tidak lama lagi saya akan terbebas dari semua rasa sakit ini”.
Singkat cerita , saya membuat janji untuk berkunjung ke klinik Suhu Haryanto.

“ Suhu Haryanto menerangkan bahwa salah satu penyebab migrain atau sakit kepala sebelah adalah karena saraf terjepit dileher, bisa terjadi karena dislokasi tulang leher, sendi tulang leher yang menjorok , ketegangan otot-otot leher atau terganggunya aliran darah ke kepala . Bila penyebabnya seperti itu, penanganannya dapat berupa terapi, dengan terapi NTS (neuro tendo stimulasi); otot dan saraf di leher, bahu dan kepala distimulasi sedemikian rupa agar kembali keposisi dan ke keadaan yang sehat sehingga semua gangguan yang menyebabkan sakit kepala dapat dihilangkan”. Jelas Dina sambil memperagakan bagaimana ia diterapi.

“Keesokan hari setelah terapi yang pertama, kepala saya terasa ringan, seolah-olah beban berat yang selama ini menindih kepala saya sudah terangkat. Malam hari pun saya tidur nyenyak dan nyaman, sungguh sangat gembira rasa hati ini, begitupun suami yang melihat keceriaan diwajah saya”. Dina menerangkan dengan senyum yang lebar.

“Saya masih melanjutkan beberapakali terapi untuk menuntaskan gangguan-gangguan di kepala dan bagian tubuh lainnya. Dan saya diingatkan oleh Suhu agar senantiasa menjaga sikap tubuh yang benar, antara lain, tidur dengan alas yang rata tidak melengkung, gunakan bantal kepala yang tepat agar posisi leher tetap lurus, duduk tegak bukan melorot agar punggung selalu terjaga lurus. Yah, kini saya baru menyadari bahwa selama ini sikap dan gerak tubuh saya salah dan sejak sekarang saya beserta keluarga selalu menjaga sikap dan gerak tubuh yang benar agar tetap sehat!”. Ucap Dina dengan penuh semangat.

Demikian kisah ini disampaikan oleh Dina (nama samaran), 40 tahun, tinggal di BSD Tangerang.