Artikel

(ARTIKEL MAJALAH “SERU!” EDISI:32/II/10-23 DES 2003)

Anda menderita migrain (sakit di sebelah kepala), vertigo (sakit kepala kelas berat), insomnia (sulit tidur), nyeri pinggang, stroke dan sejenisnya? Haryanto (50) punya terapinya. Dia menyebut terapinya dengan istilah neurotendo stimulasi. Istilah gagah ini ini gampangnya bisa diterjemahkan sebagai pijat urat atau pijat saraf.

(Bimo Wijoseno)
(RINGKASAN DARI MAJALAH “NIRMALA” OKTOBER 2006)

Pria yang pernah menjadi pengusaha di bidang desain interior ini sekarang serius menterapi pasien. Ia meyakini bahwa obat bukanlah satu-satunya yang bisa digunakan untuk menyembuhkan penyakit. Melalui Neuro Tendo Stimulasi (NTS) atau terapi sendok, ia membuktikannya.

(RINGKASAN MAJALAH INTISARI FEBRUARI 2008)

Retno, karyawati sebuah perusahaan telekomunikasi di Jakarta, pernah merasakan manfaat lain dari sendok-sendok dapur ini. Bukan untuk membuat sayur asem atau lodeh. Tapi untuk mengatasi gangguan kesehatan yang ia alami.

(M. Sholekhudin)
(Ringkasan dari tabloid senior tahun 2003)

Mendiagnosis dengan prana, lalu menerapi pasien menggunakan teknik neurotendo stimulasi. Begitu Haryanto menangani pasiennya. Ia mengaku sebagai ahli penyakit yang berhubungan dengan saraf dan otot, seperti urat saraf terjepit, migrain, vertigo, gangguan di daerah mata, atau susah tidur.

(Ringkasan dari majalah Intisari maret 2004)

Segala penyakit ada obatnya. Begitu kata pepatah. Namun, obat itu tak melulu berupa pil atau kapsul. Bisa pula dalam bentuk lain, seperti pijatan, tusukan jarum akupuntur atau bahkan berupa olah napas. Yang berupa pijatan pun ada bermacam-macam caranya. Ada yang menggunakan alat bantu, ada pula yang mengandalkan kekuatan tangan.

(A. Bimo Wijoseno)